Cara Mengetahui Odometer Mobil Bekas Asli atau Palsu

Edward Sutanto

Cara Mengetahui Odometer Mobil Bekas Asli atau Palsu – Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan cerdas untuk mendapatkan kendaraan berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Namun, salah satu hal yang sering menjadi kekhawatiran calon pembeli adalah keaslian odometer. Odometer menunjukkan jarak tempuh kendaraan, dan angka ini sangat memengaruhi harga jual. Sayangnya, tidak sedikit oknum penjual yang melakukan manipulasi odometer untuk membuat mobil terlihat lebih “muda” dari yang sebenarnya.

Agar tidak tertipu, berikut adalah cara mengetahui odometer mobil bekas asli atau palsu yang wajib kamu ketahui sebelum melakukan pembelian.

1. Pahami Fungsi dan Jenis Odometer

Odometer berfungsi mencatat total jarak yang telah ditempuh mobil. Secara umum, ada dua jenis odometer:

  • Odometer mekanik, biasanya terdapat pada mobil lawas. Angka bergerak menggunakan roda gigi.
  • Odometer digital, menggunakan sistem elektronik yang terhubung ke ECU (Electronic Control Unit).

Meski tampak sulit diubah, odometer digital juga bisa dimanipulasi dengan alat khusus atau software tertentu. Karena itu, penting bagi pembeli untuk tetap waspada.

2. Cek Riwayat Servis Kendaraan

Cara paling aman untuk memastikan keaslian odometer adalah dengan melihat riwayat servis. Bengkel resmi biasanya mencatat jarak tempuh mobil setiap kali dilakukan perawatan berkala. Cocokkan data tersebut dengan angka pada odometer saat ini.

Jika ada ketidaksesuaian, misalnya catatan servis tahun lalu menunjukkan jarak tempuh 80.000 km tetapi sekarang odometer hanya 50.000 km, besar kemungkinan odometer sudah dimundurkan.

Kamu bisa meminta buku servis, atau langsung mengecek riwayat di bengkel resmi jika mobil tersebut rutin dirawat di sana.

3. Amati Kondisi Fisik Mobil

Jarak tempuh tidak hanya terlihat dari angka odometer, tetapi juga dari kondisi fisik kendaraan. Cobalah perhatikan beberapa bagian berikut:

  • Setir dan tuas transmisi: Jika terlihat aus atau licin padahal odometer menunjukkan angka rendah (misalnya 30.000 km), itu patut dicurigai.
  • Pedal gas dan rem: Pemakaian sering membuat karet pedal menipis atau licin.
  • Kursi pengemudi dan sabuk pengaman: Bagian ini biasanya menunjukkan tanda pemakaian nyata sesuai usia mobil.

Jika kondisi interior terlihat lebih usang dibanding jarak tempuh yang tertera, bisa jadi odometernya telah dimanipulasi.

4. Periksa Melalui Diagnostic Tool

Banyak bengkel profesional memiliki alat scanner OBD (On-Board Diagnostic) yang bisa membaca data asli dari ECU mobil.
Odometer digital modern biasanya tersinkronisasi dengan ECU, sehingga jika ada manipulasi, angka di ECU dan odometer tidak akan sama.

Dengan alat ini, teknisi dapat mengetahui apakah jarak tempuh di ECU sesuai dengan angka pada panel instrumen. Perbedaan signifikan bisa menjadi indikasi adanya rollback odometer.

5. Bandingkan dengan Umur Mobil

Secara umum, mobil digunakan rata-rata 10.000–20.000 km per tahun. Jadi, jika kamu menemukan mobil keluaran tahun 2015 dengan odometer hanya 30.000 km, perlu dicurigai.
Kecuali mobil tersebut jarang digunakan atau hanya untuk keperluan khusus, angka itu tampak terlalu rendah untuk usia 10 tahun.

Kamu juga bisa menghitung konsistensi jarak tempuh per tahun berdasarkan riwayat servis. Jika ada lonjakan atau penurunan drastis, bisa jadi odometer sudah pernah diubah.

6. Cek Melalui Aplikasi atau Layanan Pihak Ketiga

Saat ini, beberapa platform jual beli mobil bekas dan aplikasi pengecekan kendaraan menyediakan layanan cek riwayat kendaraan berdasarkan nomor rangka atau plat nomor.
Layanan ini kadang menampilkan data kilometer dari inspeksi sebelumnya, sehingga kamu bisa membandingkan dengan kondisi saat ini.

Meskipun tidak selalu lengkap, cara ini bisa menjadi tambahan informasi untuk memastikan keaslian odometer.

7. Beli dari Penjual atau Dealer Terpercaya

Langkah pencegahan terbaik adalah membeli mobil bekas dari dealer resmi atau showroom terpercaya. Dealer besar biasanya memiliki sistem inspeksi ketat dan tidak akan mengambil risiko dengan memanipulasi odometer.

Selain itu, dealer resmi sering memberikan sertifikat inspeksi yang menjamin keaslian data kendaraan, termasuk odometer.

Mengetahui odometer mobil bekas asli atau palsu bukan hal yang sulit jika kamu tahu cara memeriksanya.
Langkah-langkah seperti memeriksa riwayat servis, kondisi fisik mobil, hingga melakukan pengecekan dengan alat diagnostic bisa membantu menghindari penipuan.

Jangan tergiur harga murah tanpa pemeriksaan menyeluruh. Ingat, odometer bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari seberapa keras mobil itu telah bekerja. Dengan kehati-hatian dan pengetahuan yang tepat, kamu bisa mendapatkan mobil bekas berkualitas dengan odometer yang benar-benar asli.

Top Seller GrowingAuto

Related Post

No comments

Leave a Comment