Ciri-ciri Mobil Bekas Banjir yang Harus Dihindari

Edward Sutanto

Ciri-ciri Mobil Bekas Banjir yang Harus Dihindari – Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan cerdas untuk mendapatkan kendaraan berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Namun, pembeli harus berhati-hati, terutama terhadap mobil bekas banjir. Mobil yang pernah terendam air banjir sering kali mengalami kerusakan tersembunyi yang tidak mudah dideteksi secara kasat mata. Jika tidak teliti, Anda bisa menanggung kerugian besar di kemudian hari. Berikut ini ciri-ciri mobil bekas banjir yang harus dihindari dan cara mengenalinya.

1. Aroma Apek dan Tidak Sedap di Dalam Kabin

Salah satu tanda paling mudah dikenali dari mobil bekas banjir adalah bau apek atau lembap di bagian interior. Aroma ini muncul karena air banjir yang merendam kabin membawa lumpur, kotoran, dan bakteri. Meskipun mobil sudah dibersihkan, bau tidak sedap biasanya masih tersisa terutama di bagian jok, karpet dasar, dan ventilasi AC.

Untuk memastikannya, cobalah duduk di dalam mobil dengan semua pintu tertutup dan AC dimatikan selama beberapa menit. Jika tercium aroma lembap atau jamur, besar kemungkinan mobil tersebut pernah terendam banjir.

2. Karat dan Noda Lumpur di Bagian Tersembunyi

Mobil yang terendam banjir sering meninggalkan bekas karat dan lumpur di bagian-bagian tersembunyi. Periksa dengan teliti area seperti rel jok, baut di bawah dashboard, bawah karpet, serta bagian dalam pintu.

Karat di area yang tidak seharusnya berkarat, seperti baut-baut di kabin atau dudukan sabuk pengaman, bisa menjadi pertanda bahwa mobil pernah terkena air dalam waktu lama. Selain itu, noda lumpur di sudut yang sulit dijangkau juga menunjukkan mobil pernah terendam air.

3. Sistem Elektrikal Bermasalah

Air adalah musuh utama sistem kelistrikan kendaraan. Jika mobil pernah terendam banjir, komponen kelistrikan seperti lampu, sensor, dan audio sering kali mengalami gangguan.

Cobalah nyalakan seluruh fitur elektronik: lampu utama, klakson, wiper, power window, dan AC. Bila ada yang tidak berfungsi normal atau kadang hidup kadang mati, itu tanda sistem kelistrikan mungkin sudah rusak akibat air. Biaya perbaikan sistem kelistrikan mobil bisa sangat mahal, jadi sebaiknya hindari mobil dengan indikasi seperti ini.

4. Mesin dan Transmisi Tidak Halus

Kerusakan paling serius dari mobil bekas banjir biasanya ada pada bagian mesin dan transmisi. Air yang masuk ke ruang mesin bisa menyebabkan karat pada komponen internal, bahkan membuat mesin macet.

Saat melakukan test drive, perhatikan suara mesin—jika terdengar kasar, tersendat, atau ada bunyi tidak wajar, berhati-hatilah. Selain itu, rasakan juga perpindahan gigi transmisi. Transmisi yang pernah terendam air biasanya terasa tidak mulus, tersentak, atau mengalami slip.

5. Adanya Endapan Lumpur di Ruang Mesin dan Bagasi

Periksa ruang mesin dengan cermat. Jika Anda menemukan lumpur kering atau endapan tanah di area seperti sela radiator, bawah aki, atau sekitar sekring, kemungkinan besar mobil pernah terendam banjir.

Begitu pula di bagian bagasi—angkat karpet bagasi dan lihat di sekitar ban serep. Sisa-sisa lumpur atau karat di area ini adalah sinyal kuat mobil tersebut terkena air dalam jumlah besar.

6. Kaca dan Lampu Mengembun

Kaca atau lampu yang tampak selalu berembun dari dalam meskipun cuaca cerah bisa menjadi tanda bahwa mobil pernah tergenang air. Kelembapan yang terperangkap di dalam komponen tersebut sulit hilang sepenuhnya, bahkan setelah dibersihkan.

Biasanya, lampu depan dan belakang yang pernah terendam akan menunjukkan bercak air atau kabut tipis di bagian dalam reflektornya.

7. Riwayat Servis yang Mencurigakan

Sebelum memutuskan membeli, mintalah riwayat servis kendaraan. Mobil bekas banjir sering kali memiliki catatan perawatan besar dalam waktu singkat setelah terjadi banjir besar di suatu daerah.

Jika mobil pernah diperbaiki secara besar-besaran di bengkel umum, bukan di bengkel resmi, Anda patut curiga. Dealer resmi biasanya akan mencatat dengan jelas jenis perbaikan, termasuk jika kendaraan pernah mengalami kerusakan akibat banjir.

Tips Menghindari Mobil Bekas Banjir

  • Gunakan jasa inspeksi profesional. Banyak layanan inspeksi mobil bekas yang bisa membantu memeriksa kondisi kendaraan secara detail, termasuk mendeteksi kerusakan akibat banjir.
  • Cek nomor rangka dan mesin. Pastikan keduanya sesuai dengan surat kendaraan (STNK dan BPKB). Mobil bekas banjir kadang memiliki pergantian komponen besar yang tidak sesuai dokumen.
  • Belilah di tempat terpercaya. Hindari membeli dari penjual yang tidak bisa memberikan garansi atau riwayat kendaraan yang jelas.

Mobil bekas banjir memang sering terlihat menarik karena harganya lebih murah dari pasaran. Namun, risiko kerusakan jangka panjang sangat tinggi, mulai dari sistem kelistrikan, mesin, hingga interior. Dengan mengenali ciri-ciri mobil bekas banjir yang harus dihindari, Anda bisa lebih bijak dalam memilih kendaraan bekas dan terhindar dari penipuan.

Selalu utamakan pemeriksaan menyeluruh dan ketelitian, karena sedikit kelalaian bisa berujung pada biaya perbaikan yang sangat mahal di masa depan.

Top Seller GrowingAuto

Related Post

No comments

Leave a Comment