Dokumen Penting yang Harus Dicek Saat Beli Mobil Bekas

Edward Sutanto

Dokumen Penting yang Harus Dicek Saat Beli Mobil Bekas – Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan cerdas bagi banyak orang. Selain harganya lebih terjangkau dibanding mobil baru, pembeli juga bisa mendapatkan unit dengan spesifikasi tinggi tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Namun, di balik keuntungan tersebut, ada risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait keaslian dan kelengkapan dokumen kendaraan.
Agar tidak menyesal di kemudian hari, berikut ini beberapa dokumen penting yang wajib Anda periksa sebelum melakukan transaksi pembelian mobil bekas.

1. STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)

STNK adalah dokumen utama yang menunjukkan bahwa mobil tersebut terdaftar secara resmi di kepolisian. Dalam STNK terdapat informasi penting seperti nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, serta identitas pemilik kendaraan.

Pastikan semua data yang tertera di STNK sesuai dengan kondisi fisik mobil, termasuk nomor rangka dan mesin. Jika ada perbedaan, sebaiknya urungkan niat membeli, karena hal ini bisa menjadi indikasi kendaraan hasil curian atau bermasalah secara hukum.

Selain itu, periksa juga masa berlaku pajak kendaraan. Pajak kendaraan yang telat bisa menambah biaya tambahan yang harus Anda tanggung nantinya.

2. BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)

BPKB berfungsi sebagai bukti kepemilikan resmi atas kendaraan. Dokumen ini dikeluarkan oleh kepolisian dan menjadi pegangan utama dalam transaksi jual beli mobil bekas.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan nama pemilik di BPKB sama dengan nama di STNK.
  • Cek apakah BPKB asli hindari membeli mobil dengan BPKB hasil duplikasi atau palsu.
  • Perhatikan kondisi fisik buku; BPKB asli memiliki watermark, hologram, dan lembaran dengan tekstur khusus.
  • Jika mobil dibeli dari tangan kedua atau ketiga, pastikan surat-surat balik nama sudah dilakukan atau tersedia dokumen pendukung seperti kwitansi jual beli sebelumnya.

3. Faktur dan Kwitansi Pembelian

Faktur pembelian biasanya hanya dimiliki oleh pemilik pertama mobil. Dokumen ini berisi informasi mengenai asal-usul kendaraan dari dealer atau pabrikan. Jika mobil yang akan Anda beli merupakan tangan kedua atau ketiga, mintalah salinan faktur asli untuk memastikan riwayat mobil tersebut jelas.

Selain itu, kwitansi jual beli juga penting sebagai bukti transaksi sah antara penjual dan pembeli. Pastikan kwitansi tersebut ditandatangani di atas materai dan mencantumkan identitas lengkap kedua belah pihak.

4. Bukti Cek Fisik Kendaraan

Sebelum balik nama, pembeli wajib melakukan cek fisik kendaraan di Samsat. Dokumen hasil cek fisik ini berisi data hasil pemeriksaan nomor mesin dan rangka kendaraan. Dengan adanya dokumen ini, Anda bisa memastikan bahwa data kendaraan sesuai dengan yang tertera di STNK dan BPKB.

Jika penjual telah melakukan cek fisik terbaru, minta salinannya untuk memastikan mobil tidak mengalami perubahan nomor rangka atau mesin yang mencurigakan.

5. Surat Keterangan dari Leasing (Jika Masih Kredit)

Bila mobil bekas yang ingin Anda beli masih dalam masa cicilan atau kredit, pastikan penjual menunjukkan surat keterangan lunas dari pihak leasing. Jangan pernah membeli mobil yang masih berstatus kredit tanpa surat pelunasan resmi, karena kendaraan tersebut secara hukum masih menjadi milik lembaga pembiayaan.

Selain itu, mintalah dokumen seperti perjanjian kredit dan bukti pelunasan terakhir, agar Anda dapat memastikan tidak ada tunggakan yang akan menjadi beban di kemudian hari.

6. Buku Servis dan Riwayat Perawatan

Walau bukan dokumen legal, buku servis sangat penting untuk mengetahui riwayat perawatan kendaraan. Mobil yang rutin diservis di bengkel resmi biasanya memiliki kondisi mesin yang lebih terjaga.

Perhatikan juga apakah ada catatan perbaikan besar seperti penggantian transmisi, mesin, atau kerusakan akibat kecelakaan. Riwayat servis yang lengkap dapat menjadi indikator bahwa mobil dirawat dengan baik oleh pemilik sebelumnya.

7. Dokumen Pendukung Lainnya

Beberapa dokumen tambahan juga bisa meningkatkan kepercayaan Anda terhadap kondisi mobil bekas yang akan dibeli, seperti:

  • Kartu garansi (jika masih berlaku)
  • Manual book dan buku panduan pengguna
  • Nota pembelian aksesori tambahan (jika ada)

Semua dokumen ini bisa membantu Anda mengetahui keaslian komponen dan kondisi kendaraan secara menyeluruh.

Membeli mobil bekas bukan sekadar mencari harga murah atau tampilan menarik. Yang lebih penting adalah memastikan semua dokumen kendaraan lengkap dan sah secara hukum.
Periksa dengan teliti STNK, BPKB, faktur, hingga buku servis sebelum memutuskan membeli. Jangan tergiur dengan harga miring tanpa kejelasan dokumen, karena bisa berakibat fatal di kemudian hari.

Dengan melakukan pengecekan dokumen secara menyeluruh, Anda tidak hanya mendapatkan mobil bekas yang layak pakai, tetapi juga keamanan dan ketenangan dalam berkendara.

Top Seller GrowingAuto

Related Post

No comments

Leave a Comment